Sabtu, 24 Maret 2012

Dani Rudianto dan Kaswan

. Sabtu, 24 Maret 2012

Tiim-21. Dua tersangka kasus dugaan korupsi Perum Pegadaian di Cabang Palopo dan Pelita Makassar hingga kemarin belum juga ditahan oleh Kejaksaan Tinggi (Kejati) Sulselbar. Mereka adalah Dani Rudianto dan Kaswan yang masing-masing menjabat sebagai pemeriksa internal dan kasir. Tak ditahannya kedua tersangka tersebut berbanding terbalik dengan perlakuan yang diterima tersangka utama, Irsyam Suryam yang telah divonis di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Makassar. Ketika itu Kejati Sulselbar menahan dan menitipkan Irsyam Suryam di Rumah Tahanan (Rutan) Klas I Makassar, begitu dia ditetapkan sebagai tersangka.

Sementara kedua orang tersebut, setelah ditetapkan sebagai tersangka dua bulan lalu, hingga kini masih bebas berkeliaran. Kepala Seksi Hukum dan Penerangan Kejati Sulselbar Nur Alim Rachim mengakui hal tersebut. Namun dia membantah telah memperlakukan pilih kasih dalam perkara ini. “Penahanan akan dilakukan pada saatnya nanti,”kata dia. Menurut Nur Alim, ada pertimbangan khusus yang diambil oleh penyidik sehingga belum menahan Dani dan Kaswan.

“Kami tidak ingin terlalu lama menahan,sementara berkasnya belum rampung. Bisa jadi dia bebas demi hukum dan tak bisa lagi dilakukan penahanan,”tuturnya. Dani ditetapkan sebagai tersangka karena terbukti bekerjasama dengan Irsyam yang mencairkan kredit fiktif hingga Rp9 miliar di dua tempat ia bertugas. Dani menerima imbalan Rp600 juta lebih, begitu juga dengan Kaswan yang menerima Rp100 juta lebih.

Keduanya dengan sadar memberi bantuan kepada Irsyam yang ditelah divonis penjara 6 tahun dan denda Rp8,1miliar walau mengetahui perbuatan Irsyam menyalahi aturan perusahaan. Mereka tergiur dengan iming-iming bantuan materiil yang dijanjikan oleh Irsyam.Menurut Asisten Pidana Khusus Kejati Sulselbar Chaerul Amir, berkas keduanya sedang dalam proses perampungan.

0 komentar: