Sabtu, 24 Maret 2012

BKD Pemkot Makassar Basri Rahman

. Sabtu, 24 Maret 2012

Tiim-21. Kepala Bidang Perencanaan Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Pemkot Makassar Basri Rahman mengatakan, pihaknya belum menerima laporan dari masyarakat soal adanya pegawai negeri sipil (PNS) di lingkup Pemkot Makassar yang terlibat politik praktis dengan mendukung salah satu kandidat gubernur Sulsel.

Hingga saat ini BKD belum menerima laporan siapa saja PNS tersebut,” kata Basri Rahman mengomentari adanya dugaan PNS yang tak netral lagi dalam pilgub Sulsel. Basri Rahman mengakui bahwa selama ini memang telah santer adanya kabar yang menyatakan bahwa PNS Pemkot Makassar tidak lagi netral menghadapi pilgub mendatang. ”Memang ada PNS yang sering ikut salah satu kandidat gubernur saat adakan kunjungan ke daerah,” katanya. Terkait soal itu, dirinya belum bisa menyikapinya. Soalnya hingga saat ini, BKM Makassar tak bisa mendefinisikan apa yang dimaksud dengan netralitas tersebut.

”Memang ada imbauan dari Menpan agar PNS bisa bersikap netral jelang Pilkada, namun tidak ada petunjuk seperti apa yang dikatakan netral,” jelasnya. Atas dasar itulah,Basri mengaku masih bingung soal netralitas PNS tersebut. Menurutnya, jika seorang bawahan memilih atau mendukung atasannya yang ingin maju dalam pilkada gubernur, itu sesuatu yang wajar. Selain itu, dirinya juga tidak mempersoalkan adanya, PNS yang membranding kendaraannya dengan foto kandidat gubernur. Sebab hal itu merupakan hak PNS itu sendiri. ”Sebab kendaraan yang dibranding juga bukan kendaraan dinas,” kata Basri Rahman.

Ketika ditanya terkait PNS yang membranding kendaraan PNS lain tanpa izin dengan pemilik kendaraan, Basri juga mengatakan, hingga saat ini belum ada laporan yang diterimanya.” Sanksi apa yang akan kami berikan, kita juga tidak tahu. Seperti apa pengawasannya, kita juga belum tahu,” jelasnya. Apalagi saat ini,kata Basri, masa kampanye belum dimulai. ”Kalaupun nantinya ada larangan bagi PNS, akan disampaikan melalui kepala badannya,” katanya.

0 komentar: